|
The Nature Conservancy – Coral Triangle Center didirikan pada tahun 2000 yang secara unik memposisikan diri untuk memperhatikan masalah ancaman pada ekosistem laut yang memiliki keberagaman termasuk paling tinggi di dunia dan membantu generasi saat ini dan mendatang untuk dapat menikmati manfaat tersebut. Misi CTC adalah untuk menetapkan jejaring kawasan perlindungan laut untuk dapat terus bertahan, mengelola secara tuntas, dan menghubungkannya seperti rangkaian mutiara sepanjang Segitiga Terumbu Karang dunia.
Dalam mencapai misinya, CTC melakukan tiga pendekatan utama yang meliputi konservasi langsung di lapangan, dukungan teknis dan kebijakan. Selama ini TNC-CTC bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Komodo, Rare, Balai Taman Nasional Wakatobi, WWF, CI, USAID, Packard Foundation, dll. Jejaring yang sudah dilakukan Membangun jaringan segitiga terumbu karang dunia mulai dari Filipina sampai dengan Kepulauan di Pasifik
Program unggulan: Program pelestarian di lapangan yang meliputi Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur, Raja Ampat di Papua, Kimbe Bay di Papua New Guinea, dan Kepulauan Solomon di Pasifik. Program Pelatihan dan Keilmuan bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang konservasi sumber daya laut dan pemanfaatan lestari di lokasi Segitiga Karang dunia, dan memastikan bahwa pengethuan ini diterapkan dalam pengelolaan kawasan perlindungan laut tersebut. Program Komunikasi CTC memperoduksi dan menyebarluaskan informasi tentang Kawasan Perlindungan Laut sehingga konsep tersebut diterima sebagai perangkat pilihan untuk konservasi keragaman hayati dan untuk pengelolaan jasa ekosistem yang disediakan ekosistem laut di lokasi Segitiga Dunia. Program Kebijakan dan Pembiayaan CTC; bekerjasama erat dengan mitra setempat dan internasional untuk mengembangkan dan mendukung kebijakan konservasi kelautan yang membutuhkan pendekatan pro-aktif dengan beragam lembaga pemerintahan dan organisasi multilateral.
Kondisi PLH di wilayah kerja: Di Raja Ampat belum ada kebijakan yang berkaitan dengan PLH. Sampai saat ini baru pada tahap keinginan pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Dan Pengajaran Kabupaten Raja Ampat untuk memasukkan pendidikan lingkungan hidup dalam sistem pendidikan di Kabupaten Raja Ampat. Namun, belum ada kebijakan riil mengenai mekanismenya. Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Raja Ampat belum memperlihatkan inisiatif untuk menerapkan PLH. TNC telah melakukan beberapa kali workshop tetang pendidikan lingkungan hidup melalui pelatihan bagi para guru yang dilakukan oleh TNC. Selain TNC sendiri, pada dasarnya para guru di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama sangat mendukung upaya penerapan PLH di sekolah mereka. Selain itu COREMAP juga telah melakukan lokakarya yang berhubungan dengan PLH. Pemerintah belum memiliki program PLH. Sejauh yang telah dilakukan adalah mengirim para guru untuk mengikuti beberapa lokakarya yang berkaitan dengan PLH. Ada beberapa kelompok organisasi atau lembaga non pemerintah yang telah melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan PLH seperti, Kemah kerohanian oleh lembaga gereja, Pelatihan bagi guru untuk materi laut dan pesisir dan Jambore lingkungan oleh NGO. Dukungan pendanaan kegiatan PLH dari pemerintah belum ada. Pendanaan kegiatan yang sudah ada dari CI dan COREMAP. Kemajuan yang telah dicapai adalah ada 45 guru SD dan SMP yang telah dilatih mengenai materi PLH yang berkaitan dengan laut dan pesisir. Sedangkan hambatannya belum ada dukungan dari pemerintah. Peluang ke depan masih ada. Ada kemauan berbagai pihak seperti Sekolah, Guru, Lembaga Gereja, tokoh masyarakat dan NGO lainnya untuk menerapkan PLH. Untuk itu diperlukan dukungan kebijakan kegiatan PLH di Raja Ampat. Dukungan yang diharapkan adalah Lesson learn keberhasilan PLH ditempat lain khususnya mengenai kebijakan yang mendukung penerapan PLH.
Kegiatan PLH yang telah dilakukan: The Nature Conservancy – Coral Triangle Center telah melakukan kegiatan seperti kampanye Pride (Kebanggaan) di Kepulauan Derawan, Kepulauan Raja Ampat dan Komodo dengan sasaran ibu rumah tangga, nelayan, siswa sekolah dasar dan remaja dengan metode sosial marketing. Tema yang diangkat adalah perlindungan sumber daya laut dan kawasan perlindungan laut. Media yang digunakan adalah radio komunitas, pamflet dan buletin. Dilakukan juga pelatihan untuk guru di wilayah yang sama plus Wakatobi. Guru yang dilatih adalah guru sekolah mengengah pertama. Pendidikan konservasi dilakukan di sekolah dasar di Kabupaten Manggarai Barat (Taman Nasional Komodo) dengan kegiatan pengajaran di kelas, permainan dan kunjungan ke bhabitat penting di pesisir. Tema yang diangkat adalah perlindungan ekosistem dan kelautan. Kegiatan ini menjadi mudah karena telah tersedia modul pendidikan konservasi laut (terumbu karang, lamun, bakau dan kawasan perlindungan laut). Yang tak kalah pentingnya adalah pengajaran di sekolah menenah kelautan di Kabupaten Manggarai Barat. Temanya adalah perlindungan kawasan pesisir dan alat tangkap ramah lingkungan. Modul yang dipakai adalah modulsumber daya hayati laut sampai dengan kawasan perlindungan laut. Alamat Jl. Pengembak No. 2 Sanur, Denpasar, Bali 80228 Telepon: +62 361 287 272 Fax: +62 361 270737 E-mail:
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Website: www.coraltrianglecenter.org Kontak: Hesti Widiastuti Widodo Conservation Education Specialist Awal keanggotaan JPL: 2007
|